Tantangan PKL Siswa SMK di Masa Pandemi Covid-19

SMK merupakan salah satu bentuk pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah. Salah satu tujuan pendidikan kejuruan yang tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 tahun 2003 yaitu menyiapkan peserta didik yang profesional dalam bidang keahliannya dengan memiliki sikap ulet, gigih dalam berkompetensi dan beradaptasi di lingkungan kerja.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah menyelenggarakan model Pendidikan Sistem Ganda atau dual system, dimana sekolah menggandeng Institusi Pasangan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) sebagai mitra, untuk memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di SMK dan program latihan di dunia kerja. Sekolah sebagai lembaga formal memberikan ilmu dan pembelajaran di kelas, sedangkan DUDI sebagai rekan sekolah menjadi tempat pelatihan dan praktik kerja yang sesungguhnya.

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan wujud nyata penyelenggaraan model Pendidikan Sistem Ganda. SMK Wahidin Kota Cirebon sebagai salah satu SMK yang melaksanakan PKL  pada tahun pelajaran 2020/2021. Pelaksanaan PKL tersebut dimulai pada bulan november 2020. Pelaksanaan PKL ini, merupakan program SMK yang sangat ditunggu-tunggu oleh peserta didik, karena saatnya bagi mereka menerapkan, memantapkan dan meningkatkan kompetensi yang melibatkan praktisi ahli yang berpengalaman dibidangnya melalui pembimbingan praktik. Peserta didik juga mendapat pengalaman kerja langsung (real) di perusahaan/industri/instansi penempatan tentang iklim kerja positif, etos kerja yang tinggi, budaya K3, wawasan pekerja, produktivitas kerja yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.

Seperti yang kita ketahui bersama negeri tercinta mendapat musibah ketika corona virus disease 2019 (Covid-19) ditetapkan sebagai pandemi. Begitu banyaknya korban jiwa yang terjangkit virus ini, menjadi pikiran utama pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Dalam bidang pendidikan sendiri, beberapa kebijakan yang sudah diterapkan, mulai dari work from homehome learning, dibatalkannya Ujian Nasional, Ujian Sekolah, Ujian Kompetensi Keahlian bahkan dihentikannya program PKL yang sedang berlangsung merupakan pil pahit yang harus ditelan oleh SMK demi kebaikan bersama dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sebagai sekolah vokasi SMK Wahidin Kota Cirebon juga turut mentaati ajakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi untuk menghentikan jalannya PKL di DUDI namun, sebagai bentuk tanggungjawab terhadap tercapainya kompetensi siswa, sekolah dan DUDI tetap bekerja sama dalam menyelesaikan kegiatan PKL.

Kompetensi siswa yang tadinya harus dicapai dalam waktu enam bulan penuh di DUDI, sekarang, dipercepat menjadi satu bulan dan dilaksanakan di rumah masing-masing. DUDI dan sekolah memberikan tugas mandiri atau proyek kerja kepada peserta didik untuk dikerjakan di rumah masing-masing yang tentunya dengan mempertimbangkan protokol pencegahan Covid-19. sekolah juga memberi kesempatan bagi siswa untuk melakukan bimbingan terhadap laporan PKL guna mendapat nilai dari DUDI sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Sebagai lembaga formal, sekolah juga ikut berpartisipasi dalam terlaksananya PKL di rumah saja. Para pembimbing memantau kegiatan siswa melalui WhatsApp dan sejenisnya serta memberikan bimbingan kepada peserta didik dalam mengerjakan laporan PKL.

Memang, banyak dampak negatif pandemi ini yang harus dialami oleh sekolah, khususnya SMK yang spesialisasinya berkutat pada praktik dan keterampilan. Namun, keadaan tersebut tidak menjadi halangan, namun sebagai tantangan bagi SMK untuk tetap memaksimalkan sisa waktu PKL siswa yang ada di masa pandemi Covid-19, sekalipun pelaksanaannya dengan cara dan warna yang berbeda, secara daring di rumah masing-masing. Teknologi canggih yang tersedia saat ini, menjadi penghubung bagi DUDI dengan peserta didik dan Sekolah dengan peserta didik untuk mencapai kompetensi siswa sesuai bidang keahliannya masing-masing.(***).

Editor : Akun Hubin

Related Posts

Comments (0)

Leave a Comment